Etika Group WA : 7 Postingan yang tidak di sukai
1. Postingan yang ambigu
Postingan ambigu adalah postingan yang tidak jelas apakah
itu “informasi”, “instruksi”, “undangan” atau “himbauan”. Karena tidak jelas,
maka orang lain dalam grup tersebut juga tidak dapat memberikan respons yang
sesuai dengan yang anda harapkan dan mereka harus berpikir keras untuk memahami
postingan tersebut.
Untuk mengatasi hal ini, yang perlu disadari adalah; bahasa
lisan dan bahasa tulisan adalah berbeda. Bahasa lisan memiliki intonasi suara
yang membantu menjelaskan maksud dari sebuah kalimat. Namun dalam bahasa
tulisan, informasi sepenuhnya berasal dari tulisan yang terbaca. Oleh karena
itu, pastikan untuk membaca ulang sebuah informasi sebelum mem-posting-nya.
Dengan kata lain, “menulislah agar tidak disalahpahami, bukan hanya agar
sekedar dipahami”.
2. Instruksi yang harus segera dilaksanakan
Berbeda dengan pesan pribadi, pesan yang anda posting di
Whatsapp group tidak selamanya muncul di notifikasi orang yang anda tuju.
Sebagian besar orang mematikan pop-up notifikasi (pemberitahuan) dari grup karena
mereka memiliki begitu banyak grup sehingga akan merasa sangat terganggu dengan
pop-up yang akan terus muncul setiap detik.
Namun sebagian besar orang mengaktifkan pop-up notifikasi
untuk private chat. Oleh karena itu, jika anda ingin memberikan instruksi yang
harus dilaksanakan dalam waktu cepat (1-10 menit), adalah lebih efektif jika
anda mengirimkan pesan melalui private chat (pesan pribadi). Menuliskan
instruksi cepat di grup akan membuat orang tersebut merasa bersalah karena
tidak membaca instruksi di grup.
Sebagai tambahan, grup selalu diisi dengan postingan baru.
Jika orang tersebut belum sempat membaca instruksi anda, tulisan anda mungkin
sudah terdorong ke atas dan tertutupi oleh postingan lainnya.
3. List berantai yang tidak ditujukan untuk semua orang di
grup tersebut
Misalnya anda memiliki sebuah grup organisasi yang di
dalamnya terdiri dari ratusan orang yang memiliki hobi dan kegemaran yang
berbeda-beda. Lalu suatu hari anda memposting sebuah postingan semacam ini:
Yang ingin mengikuti kegiatan latihan volley sore ini, harap
menulis namanya di bawah ini.
1. Mr A
2. Mr B
3. Mr C
4. …
5. …
Silakan dilengkapi!lanjutkan
Lalu list itu akan berjalan terus… dan terus… dan memenuhi
group tersebut sehingga anggota grup lainnya yang tidak memiliki kepentingan
tidak dapat memposting hal lain dalam grup tersebut. Postingan di atas tentu
saja boleh di-posting di grup “pecinta volley”, tapi bukan di grup organisasi
yang sifatnya tidak terkait langsung dengan hal itu.
Lalu bagaimana jika anda membutuhkan data siapa saja yang
ingin bermain volley di organisasi anda. Cukup buat postingan seperti ini.
Sore ini kita akan mengadakan latihan volley. Bagi yang
tertarik, kirim pesan ke saya ya. Terima kasih.
4. Sesuatu yang sudah diposting orang lain
Kadang kala kita menerima sebuah postingan yang menarik lalu
kita secara spontan membagikannya ke berbagai grup yang kita miliki. Tanpa kita
sadari, sebenarnya postingan tersebut telah dibagikan oleh orang lain
sebelumnya. Solusi dari permasalahan ini, selalu periksa terlebih dahulu grup
WA yang akan anda tuju. Pastikan bahwa belum ada orang yang membagikan
postingan tersebut sebelumnya.
5. Disturbing picture: Gambar, video ataupun tulisan yang
tidak sesuai dengan value yang diyakini oleh anggota grup tersebut.
Sebagai tambahan, disturbing picture bukan hanya akan
membuat suasana tidak nyaman di grup, namun juga dapat menjatuhkan reputasi
anda dan menunjukkan bahwa anda tidak memahami etika grup WA.
6. Berdebat
Tidak diragukan lagi, berdebat di grup (apalagi hingga
berdebat panjang) adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap etika grup WA.
Berdebat membuat semua orang yang berada di dalam grup tidak nyaman karena
ruang yang seharusnya dapat digunakan untuk publik kini digunakan oleh beberapa
orang saja untuk membuktikan bahwa dirinya benar dan orang lain salah. Jika ada
permasalahan krusial yang membutuhkan penyelesaian, lebih baik dilakukan
melalui pesan pribadi atau lebih baik lagi dengan bertemu dan berdiskusi secara
langsung.
7. Membuka kesalahan orang di depan semua orang
Last but not least, ini salah satu jenis postingan yang
paling tidak disukai orang. Jika kita menemukan sebuah kesalahan, bantulah
orang tersebut untuk memperbaikinya dengan mengirimkan private chat padanya,
bukan dengan mengumbar kesalahannya di muka semua orang.
Memang sesekali, jika kesalahan ini telah terjadi berulangkali dan bukan karena ketidaksengajaan, bisa saja kita memposting di grup. Memposting kesalahan di grup juga bisa dilakukan jika memang semua orang perlu mengetahui kesalahan itu agar mereka tidak melakukan kesalahan yang sama. Namun selagi masih memungkinkan, kirimlah pesan pribadi kepada yang bersangkutan,
1. Interaktif
Dalam grup, salah satu postingan yang sesuai dengan etika
grup wa adalah postingan yang interaktif. Postingan yang interaktif adalah
postingan yang bersifat menanggapi apa yang sedang dibicarakan di dalam grup.
Jika anda memberikan data tambahan atas apa yang sedang dibicarakan di grup,
atau memberikan video yang menambah keterangan atas apa yang sedang
dibicarakan, anda akan tampak sebagai seseorang yang memiliki etika dan dapat
berinteraksi dengan baik dengan orang yang berada di grup.
2. Menginspirasi
Dalam kehidupan, sering kali kita mengalami naik dan turun,
senang dan sedih. Sebuah postingan sederhana yang menginspirasi; baik berbentuk
foto, video, maupun kata-kata bisa jadi dapat menyemangati seseorang untuk
bersyukur atas apa yang dimilikinya ataupun bersemangat dalam beribadah maupun
dalam menyelesaikan tugasnya.
3. Efektif & mudah dipahami
Adalah sangat menyenangkan anggota grup Whatsapp jika hal
yang kita posting di grup efektif dan mudah dipahami. Efektif berarti tidak
bertele-tele; singkat, padat dan fokus kepada inti dari pesan. Dengan
mempertimbangkan banyaknya grup Whatsapp yang dimiliki setiap orang, adalah
bijaksana jika kita membuat postingan kita seefektif mungkin. Postingan yang
mudah dipahami adalah yang tidak ambigu dan tidak menggunakan bahasa ataupun
istilah yang tidak familiar dengan anggota grup Whatsapp tersebut.
4. Aktual dan relevan
Meskipun ini sebenarnya adalah salah satu prinsip dalam
penulisan berita, aktual dan relevan juga dapat dianggap sebagai salah satu
bagian dari etika grup WA. Hal ini karena saat kita memposting sesuatu yang
sudah kadaluarsa ataupun tidak relevan, hal itu akan menciptakan ketidaknyamanan
bagi anggota grup lainnya.
5. Terverifikasi
Sangat disayangkan, terkadang kita menemukan sebuah
informasi yang belum terverifikasi validitasnya. Dalam surat An-Nisa ayat 94
dan Al-Hujurat ayat 6, Allah menegaskan kepada kita untuk selalu ber-tabayyun
saat kita mendapatkan sebuah informasi. Tabayyun sendiri berasal dari bahasa
Arab dengan kata kerja tunggal tabayyan yang dalam kamus al-Maani dijelaskan
berarti terang, jelas, dan yakin akan kebenaran dalilnya.
Dengan ber-tabayyun, kita terhindar dari kesalahan dalam
mengambil keputusan. Bagaimana cara memverifikasi informasi sebelum kita
memposting? Telitilah terlebih dahulu siapa yang menyampaikan informasi
tersebut. Apakah sumbernya terpercaya atau tidak. Jika memang sumbernya tidak
terpercaya, tinggalkan.
6. Tidak berlebihan
Perlu digarisbawahi bahwa meskipun kita ingin memposting
sesuatu yang inspiratif, aktual dan relevan, kita juga harus tetap menahan diri
untuk tidak berlebihan dalam memposting sesuatu. Hal ini agar kita tidak tampak
terlalu mendominasi percakapan di dalam grup. Beri ruang dan waktu bagi orang
lain untuk memposting hal lain dan juga mencerna apa yang kita kirimkan.
7. Santun
Akhirnya, untuk melengkapi etika grup whatsapp ini, mari
kita selalu bersikap santun di dalam grup whatsapp. Salah satu bentuk kesantunan
adalah; yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda.
Meskipun tidak bertatap muka langsung, grup whatsapp sejatinya adalah ruang
publik dimana kita bertemu dan bersikap dengan baik dan penuh dengan etika.
Kesantunan tentu memiliki definisi yang terkadang sedikit
berbeda pada tiap budaya maupun rentang usia yang berbeda. Meskipun demikian,
usahakan tetap berusaha untuk memahami standar kesantunan dan etika dari
anggota grup wa tersebut.
Poin penting tentang grup Whatsapp
Hal yang bersifat pribadi tidak perlu di-share di grup. Hal
ini Karena sesuatu yang dibagikan di grup adalah untuk kepentingan organisasi.
Jaga spirit persaudaraan dan kekeluargaan. Meskipun tidak
terkait langsung dengan organisasi, informasi yang sifatnya kekeluargaan
seperti adanya anggota organisasi yang menikah, melahirkan, sakit, terkena
musibah ataupun berita keluarga lainnya, dalam mayoritas situasi tetap layak
untuk di-share mengingat banyak organisasi yang bersifat kekeluargaan.
Buatlah kesepakatan di dalam grup. Untuk meningkatkan
kenyamanan, buatlah kesepakatan tentang apa fungsi dari grup dan apa saja yang
boleh atau tidak boleh di-share.
Tutup grup kepanitiaan lama. Agar tidak menggantung, grup
kepanitiaan yang sudah selesai segala urusannya lebih baik untuk ditutup secara
baik dan resmi.
Mintalah izin atau beri pemberitahuan sebelum memasukkan ke
grup whatsapp. Kepada yang lebih senior, sebaiknya meminta izin terlebih
dahulu. Adapun kepada yang sebaya ataupun lebih muda, sampaikan pemberitahuan
terlebih dahulu.
Gunakan emoticon dengan bijak. Emoticon dapat membantu untuk
menjelaskan intonasi dan mood dari pembicaraan.
Jika diperlukan, gunakan seperlunya dengan bijak.
Cermatlah dalam memilih sticker Whatsapp. Dalam pembicaraan
di grup, pilihlah dengan seksama sticker yang akan digunakan. Sebagian sticker
dapat digunakan di berbagai grup Whatsapp, namun sebagian hanya cocok untuk
grup yang anggotanya orang yang sebaya.
Catatan akhir terkait etika grup WA
Pesatnya perkembangan teknologi membuat kita terkadang
melupakan nilai dan etika. Namun jika kita selalu bijaksana dalam menyikapi
segala sesuatu serta selalu memohon hidayah dari Allah SWT, maka Allah akan
selalu memberi petunjukNya dan membimbing kita untuk selalu bersikap dengan arif.
Dalam menjalankan etika ini, sebagai manusia terkadang kita
lupa, silap, ataupun khilaf. Terkadang kita memiliki waktu yang sangat terbatas
dan berada pada kondisi emosi yang kurang stabil karena padatnya pekerjaan
sehingga kita lupa beretika. Oleh karena itu, tugas kita semua adalah saling
mengingatkan dengan santun jika diantara rekan kita masih belum memahami atau
menerapkan etika ini.
Semoga artikel ini bermanfaat. Jika ada poin etika lain yang
belum dibahas dalam tulisan ini, silakan dituliskan di kolom komentar.
Artikel ini ditulis oleh M. Taufiq Affandi, S.H.I., M.Sc.,
dosen Universitas Darussalam Gontor, penulis “The Ethics of Advertising in
Islamic Economics”. Ia adalah lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor,
Universitas Darussalam Gontor (S1), dan Hamad Bin Khalifa University, Qatar
Foundation (S2).
Editor:
Ahmad Kali Akbar, M.Pd., dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab
UNIDA Gontor
M. Rifa’i, M.I.Kom, dosen Prodi Ilmu Komunikasi UNIDA Gontor
M. Faqih Nidzom, M.Ag., dosen Prodi Aqidah dan Filsafat
Islam UNIDA Gontor



Tidak ada komentar:
Posting Komentar